![]() |
| Para siswa pemilih pemula mendapat bimbingan dari Kesbangpolinmas dan KPU |
Kesbangpol Kabupaten Bima menggandeng KPU Bima melakukan sosialisasi pendidikan politik bagi para siswa SMA. Siswa yang sudah memiliki hak pilih pada pemilu tersebut diharapkan mampu menciptakan pemilukada yang sukses, aman dan cerdas. Kegiatan tersebut bertujuan mendidik siswa menjadi pemilih yang cerdas dalam menghadapi Pilkada Kabupaten Bima Desember mendatang maupuan pemilihan umum Presiden dan Legislatif.
Kegiatan yang berlangsung di SMAN 1 Woha itu diikuti oleh siswa perwakilan dari sekolah-sekolah lain. Seperti di SMAN 1 Palibelo, Belo, Monta, SMA Kae dan SMAN 2 Woha. Para siswa yang sudah bisa memberikan hak pilih tersebut diarahkan untuk menjadi pioner pemilu masa depan.
Kepala Kesbanglinmas, Drs Zubaer HAR MSi mengatakan, pemilih pemula memiliki peranan yang strategis dalam menyongsong Pemilu mendatang. Sebab, para pemilih pemula merupakan pioner pemilu masa depan.
"Pemahaman tentang pemilu bagi siswa penting dilakukan. Tujuannya agar mereka tidak terkontaminasi dengan paradigma perpolitikan saat ini. Dengan begitu, para siswa akan menjadi pemilh cerdas dan bahkan mengajari orang tua mereka tentang pemilihan umum yang bersih dan jujur tanpa embel-embel politik uang," tegasnya.
Menurut dia, pemilih pemula merupakan regenerasi yang akan menentukan masa depan bangsa kedepannya. Untuk itu sejak dini Pemda dan KPU akan intens memberikan arahan agar siswa menjadi pemilih yang memiliki integritas dan tidak ikut-ikutan dalam menyalurkan hak pilih.
"Mereka ini yang menentukan demokrasi kita kedepan. Pemilu cerdas akan terwujud manakala pemilih pemula sebagai generasi masa depan mau merubah pola pikir masyarakat tentang pemilu. Minimal, para siswa ini bisa mengajari politik yang baik kepada orang tua mereka masing-masing. Agar masyarakat tidak hanya ikut-ikutan mencoblos di TPS. Tapi mereka mampu memanfaatkan kecerdasan mereka untuk memilih pemimpin yang layak," tuturnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Bima, Siti Nursusila SIP menuturkan hal senada. Dia menambahkan, pendidikan politik bagi pemilih pemula sudah lama dilaksanakan. Hanya saja polanya berbeda, yakni mendatangi tiap-tiap sekolah untuk membangun pemahaman demokrasi bagi siswa.
"Pelatihan atau pendidikan ini sangat strategis, karena pemilih pemula tidak lagi ikut-ikutan memilih. Selain itu mereka juga akan tahu siapa yang layak menjadi nahkoda di Kabupaten Bima tanpa harus menerima sogokkan dan kejahatan politik lain," tandasnya. (edo) - 05


Posting Komentar