![]() |
| Pesawat Susi Air di Bandara Bima |
Animo masyarakat Bima untuk menggunakan jasa pesawat Susi Air menunjukkan adanya peningkatan. Hal ini dilihat dari jumlah tiket yang terjual dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Persentase kenaikan sekitar 40 sampai 50 persen.
Jika sebelumnya pesawat dengan kapasitas penumpang sebanyak 12 orang tersebut hanya mengangkut 4 sampai 6 orang. Namun, selama satu bulan terakhir naik menjadi 10 orang bahkan sampai full penumpang.
"Sudah satu bulan lebih ini animo masyarakat untuk menggunakan maskapai Susi Air kian meningkat. Untuk keberangkatan Sabtu lalu, muatan pesawat full dan bahkan masih ada penumpang yang tidak kebagian tiket," ungkap Kepala Koperasi Pesawat Susi Air, HM Saleh.
Menurut dia, pesawat rute Bima-Labuan Bajo yang terbang sekali seminggu itu semakin dipercayai oleh masyarakat. Terlebih lagi adanya peningkatan pelayanan pada penumpang. Selain itu, harga tiket yang terjangkau juga menjadi alasan masyarakat memilih menggunakan maskapai ini.
"Tiketnya hanya Rp 250 ribu dengan penerbangan selama 30 menit menuju Labuan Bajo. Alasan lain sehingga pewasat ini mulai digemari, karena pesawat reguler lain belum membuka rute Bima-Labuan," jelasnya.
Para pengguna Susi Air rata-rata merupakan masyarakat biasa yang ingin berlibur ke Pulau Komodo melewati Bima. Kebetulan, jadwal penerbangan Susi Air dilakukan setiap akhir pekan, yakni pada hari Sabtu. Sehingga tidak heran jika para pengguna Susi Air mulai meningkat karena banyak yang ingin liburan.
"Selain wisatawan lokal, juga banyak wisatawan asing yang mulai menggunakan Susi Air untuk menuju Labuan Bajo. Peningkatan wisatawan ini akan membantu meningkatkan PAD daerah," ujarnya.
Pelaksana Harian Bandara Bima ini berharap agar penerbangan Susi Air tidak hanya dilaksanakan sekali seminggu. Pasalnya, keberadaan Susi Air di Bandara Bima menurutnya sudah mulai ditermia masyarakat dan dikenal oleh banyak kalangan. Tidak hanya kalangan elit, tapi juga kalangan menengah ke bawah.
"Dari promosi yang kita gencarkan selama ini, akhirnya bisa mencapai pada puncaknya. Sekarang masyarakat biasa saja sudah bisa menggunakan pesawat ketika bepergian. Ini menunjukkan adanya kemajuan masyarakat kita. Penggunaaan layanan penerbangan ini bukan hal yang asing lagi," pungkasnya. (edo) - 05


Posting Komentar