KM. Wadu Nocu, - Reses anggota DPRD Kabupaten Bima untuk kedua kalinya mulai
dilakukan di tiap dapil. Selama reses berlangsung, anggota dewan ini
menyerap aspirasi masyarakat. Seperti yabg dilakukan sejumlah anggota
DPRD Kabupaten Bima Selasa (14/4) kemarin di dapil V Kecamatan Woha,
Monta dan Parado.
Sebanyak 8 orang anggota DPRD di dapil tersebut melaksanakan monitor
untuk menginput harapan warga setempat. Masyarakat pun begitu antusias
mengikuti reses serap aspirasi ini. Hal ini terlihat saat sesi tanya
jawab dan serap aspirasi. Tanpa diperintah warga langsung beramai-ramai
mengacungkan tangan tanda ingin menyampaikan uneg-uneg-nya.
"Saya berharap anggota Dewan yang ada di sini bisa menyampaikan keluhan
kami kepada bupati terkait banyaknya tanggul kali yang rusak. Akibatnya
saat hujan datang, air sering masuk ke pemukiman," ujar seorang warga,
Lukman.
Tak hanya soal tanggul, beberapa masalah seperti pelayanan kesehatan
rumah sakit, maraknya berbagai macam pemungutan di sekolah. Bahkan
hingga rumitnya mengurusi dokumen kependudukan tak luput dari sorotan
warga.
Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima, H Syamsudin
menegaskan, pihaknya bersama dengan anggota komisi akan menyampaikan
aspirasi tersebut. "Apa yang disampaikan oleh masyarakat pada pertemuan
ini akan kami sampaikan kepada bupati agar segera ditindaklanjuti,"
terangnya.
Dia menjelaskan, pelaksanaan reses memang harus dirancang sedemikian
rupa oleh masing-masing wakil wakyat. Sehingga dapat menjaring aspirasi
konstituen pada titik-titik yang paling krusial.
"Dalam pengertian ini, reses merupakan kemampuan untuk tidak hanya
mendengar apa yang disampaikan. Tapi juga mengamati apa yang terjadi,
sekaligus mencari pemahaman dengan melibatkan diri pada persoalan rakyat
banyak," paparnya.
Menurut dia, hal ini merupakan agenda rutin dari para legislator untuk
turun ke tengah-tengah masyarakat. Tujuannya untuk melihat langsung
kondisi serta kebutuhan warga yang ada di dapil masing-masing.
"Hasil dari reses ini, kami akan bawa dalam sidang paripurna atau
musyawarah di tingkat kabupaten. Ini akan menjadi proses perencanaan
pembangunan kedepan. Mudah-mudahan saja semua bisa terakomodir dan
terealisasi," pungkasnya. (edo)

Posting Komentar