Selamat datang di Blog Kampung Media Wadu Nocu

Blusukan di Pasar Tente Kecamatan Woha

Kamis, 23 April 20150 komentar

Kondisi Pasar Tente Kecamatan Woha
KM. Wadu Nocu

Pasar Tente merupakan ikon Kabupaten Bima. Pasar ini menjadi sentra perekonomian masyarakat Kabupaten Bima khususnya di wilayah Kae. Namun apa jadinya, jika pasar ini tidak memiliki tempat pembuangan sampah? Berikut catatan Edho Rusyadin, KM. Wadu Nocu.

Tak sulit menemukan Pasar Tente Kecamatan Woha. Sesuai namanya, pasar ini terletak di Desa Tente tepatnya di belakang terminal bus setempat. Saat tiba di lokasi, pasar masih dalam keadaan ramai. Padahal saat itu sudah hampir tengah hari. Jarum jam pun sudah menunjukan pukul 11.00 Wita.
Saya langsung blusukan ke dalam area pasar kebanggaan masyarakat Kabupaten Bima itu. Seperti pasar pada umumnya, banyak pembeli hilir mudik mencari kebutuhan mereka di pasar ini. Sedangkan para pedagang sibuk menawarkan dagangan mereka.
Pedagang-pedagang itu berjualan di lapak masing-masing. Ada yang di lapak khusus buatan pemerintah, ada pula yang membuka lapak di halaman rumah warga. Malah ada pedagang yang berjualan di pinggir jalan hingga areal terminal. Karena mereka tidak kedapatan tempat untuk berjualan di dalam pasar.
Banyaknya pedagang yang berjualan di pinggir jalan membuat jalan selebar sekitar 3 meter di samping kiri dan kanan terminal menjadi semakin sempit. Setiap hari, ketika pasar masih buka, hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas di jalan itu. Sedangkan roda empat harus memilih jalan alternatif lainnya.
Setelah lama bergelut dengan jalanan yang becek dan berdesakan dengan pembeli, akhirnya saya tiba di bagian belakang pasar. Kondisi pasar yang ramai dengan pembeli dan penjual menjadi tambah ramai dengan banyaknya tumpukan sampah di tempat itu. Semakin dekat, aroma bau menyengat mulai terasa di hidung.
Anehnya, justru para penjual di tempat itu tidak merasakan aroma bau yang sudah sangat membusuk. Dengan nada santai, seorang penjual berkata, "Udah biasa dengan baunya, jadi kita nggak ngerasa bau lagi," ujar seorang penjual Salmah.
Setelah dikorek-korek informasi dari penjual ini, rupanya tempat itu menjadi pembuangan akhir sampah di pasar tersebut. Para petugas pasar langsung membakar sampah tersebut tanpa mengangkutnya ke tempat pembuanagn akhir sampah yang disediakan pemerintah.
Sampah tersebut sengaja dikumpulkan di satu tempat oleh petugas kebersihan pasar. Meski petugas telah membersihkan, namun tidak langsung dimasukan ke bak sampah maupun dibawa ke TPA.
"Kita hanya bisa pasrah. Mau nggak mau kita tetap berjualan di sini karena tidak ada tempat," tandasnya. (*)
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. Kampung Media Wadu Nocu - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger