KM. Wadu Nocu, - Fase pertama pekerjaan dana hibah sebanyak Rp 100 juta di 6 madrasah di
Kabupaten Bima sudah selesai dikerjakan. Salah satunya di MTs Salahudin
Woha. Anggaran block grant tersebut selesai dikerjakan pada awal April
lalu dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 20 juta.
Dana bantuan kemitraan dari Australia ini untuk percepatan akreditasi
madrasah. Anggaran tahap satu itu dikerjakan untuk perbaikan kantor
sekolah, pengadaan komputer dan wireless. Selain itu, pihak sekolah juga
mengerjakan untuk pembangunan lapangan volly dan jalan masuk ke
sekolah.
Kepala MTs Salahudin Woha, Nurfitriani SAg mengatakan, pihaknya sudah
selesai merampungkan pekerjaan untuk fase pertama. Bahkan, saat ini
pihak sekolah sudah selesai menyusun laporan pekerjaan.
"Dalam juknis, anggaran itu akan dicairkan sebanyak tiga kali hingga
Desember 2015 mendatang. Untuk progres pertama sudah selesai kita
kerjakan begitupun dengan laporannya juga juga sudah rampung," jelasnya.
Menurut dia, setelah laporan tersebut diserahkan ke kementerian
Australia, anggaran untuk fase kedua akan dicairkan lagi. Namun,
pihaknya masih menunggu 5 madrasah lain selesai mengerjakan laporan.
"Anggaran itu nggak akan cair jika 6 madrasah penerima bantuan belum
menyerahkan laporan. Walaupun kita sudah selesai mengerjakan laporan,
tapi kita juga harus menunggu laporan LPj 5 madrasah lain. Supaya
anggarannya sama-sama dicairkan," terang Nurfitriani, Sabtu (18/4).
Menurut dia, bagi sekolah yang mendapatkan bantuan block grant akan
dibina selama dua tahun. Untuk percepatan akreditasi, setiap mandrasah
menerima bantuan dari Australia sebesar Rp100 juta.
Bantuan tersebut bisa digunakan untuk berbagai kegiatan bersifat fisik
maupun non fisik. Termasuk, untuk pelatihan peningkatan mutu madrasah,
peningkatan kualitas guru, diklat pengelolaan keuangan, diklat manajemen
peningkatan SDM dan lain sebagainya.
"Sasarannya madrasah yang mendapatkan bantuan adalah madrasah yang belum terakreditasi," katanya.
Untuk progres tahap dua, pihaknya akan menggunakan untuk pekerjaan taman
baca dan berbagai kebutuhan lain. Termasuk perbaikan ringan bangunan
sekolah seperti rehab dan pengecatan.
"Itu baru perencanaan awal untuk progres pada fase kedua nanti. Anggaran
itu akan kita kembangkan untuk pemenuhan kebutuhan sekolah agar
mempercepat akreditasi," paparnya.
Dia menambahkan, percepatan akreditasi madrasah akan dilaksanakan dalam
rentang waktu dua tahun. "Dana hibah dari Pemerintah Australia ini harus
dipertanggung jawabkan secara akuntabel dan transparan," pungkasnya.
(edo)

Posting Komentar