KM. Wadu Nocu, - Dua orang korban pembacokkan asal Desa Dadibou Kecamatan Woha
mendapat santunan dari Pemkab Bima. Santunan diberikan langsung oleh
Asisten I Kabupaten Bima, Drs H Abdul Wahab dan didamping kepala
Kesbangpol, Drs H Zubair MSi. Santunan itu diberikan saat melayat ke
rumah korban di Desa Dadibou, kemarin.
Bantuan yang diberikan pemkab untuk korban meninggal sebesar Rp 5 juta.
Sedangkan satu orang korban luka diberi Rp 2,5 juta untuk biaya
pengobatan.
Drs Abdul Wahab mengatakan, santunan tersebut sebagai bentuk kepedulian
Pemkab Bima terhadap keluarga korban. Tujuannya, agar pihak keluarga
bisa memanfaatkan dana tersebut untuk keperluan selama proses pemakaman
dan pengobatan bagi korban luka.
"Semoga keluarga bisa diberi ketabahan dan sabar menghadapi kenyataan
ini. Kita ambil hikmahnya sebagai bahan pembelajaran kedepan," ujarnya.
Dia meminta agar kasus tersebut dapat diselesaikan secara musyawarah dan
damai kendati proses hukum tetap berlanjut. Sebab, kata dia, dendam
tidak akan merubah keadaan kembali seperti semula. Justru akan semakin
membuat suasana tidak kondusif dan menimbulkan masalah baru.
"Intinya tidak ada lagi istilah balas dendam antara kedua belah pihak
yang bertikai. Kita harus ikhlas menerima kenyataan ini. Dan tiada
gunanya untuk melakukan balas dendam, mari kita selesaikan secara
damai," ujarnya.
Pemda meminta seluruh elemen agar berperan aktif dalam menyelesaikan
persoalan tersebut dengan kedewasaan. Seluruh stake holder juga
diharapkan berperan demi menciptakan wilayah yang kondusif.
"Kita harapkan agar masyarakat dan seluruh lapisan, sama-sama berperan
dalam menciptakan suasana kondusif. Aparat kepolisian dan pemerintah
juga sudah kita koordinasikan agar segera berupaya meredam persoalan
ini," tandasnya.
Selain itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bima Hj Indah Damayanti Putri,
dan beberapa anggota DPRD dapil V turut menghadiri pemakaman korban.
Dinda berharap agar keluarga korban bisa menerima kenyaatan itu tanpa
ada niat balas dendam. (edo)


Posting Komentar